KesehatanNasionalPendidikan

RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Warga: Abu Vulkanik Bukan Sekadar Gangguan Pandangan, Bisa Ancam Kesehatan

×

RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Warga: Abu Vulkanik Bukan Sekadar Gangguan Pandangan, Bisa Ancam Kesehatan

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Manajemen RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik yang terbawa ke lingkungan.

Abu vulkanik tidak hanya mengganggu jarak pandang dan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

Baca Juga  Milangkala ke-11 Kabupaten Pangandaran, RSUD Pandega Dapat Reward dari Bupati, Apa Itu?

Melalui materi edukasi kesehatan yang disampaikan kepada masyarakat, RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan sejumlah dampak yang dapat dirasakan ketika seseorang terpapar abu vulkanik.

Keluhan yang mungkin muncul antara lain mata perih, tenggorokan tidak nyaman, batuk atau bersin, hingga sesak napas. Paparan abu juga perlu mendapat perhatian lebih serius karena partikelnya dapat masuk ke saluran pernapasan.

Baca Juga  RSUD Pandega Pangandaran Tegaskan Komitmen Budaya K3 di Peringatan Bulan K3 Nasional 2026

Kelompok rentan diminta lebih waspada

RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama.

Kelompok yang dinilai perlu memberikan perhatian lebih terhadap paparan abu vulkanik meliputi bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita asma, penderita penyakit paru atau jantung, serta masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Bagi kelompok tersebut, mengurangi paparan bukan sekadar imbauan, melainkan langkah penting untuk mencegah keluhan kesehatan berkembang menjadi lebih berat.

Baca Juga  RSUD Pandega Pangandaran Raih Akreditasi Tingkat Utama, Berlaku hingga 2030

Ini yang perlu dilakukan saat abu vulkanik menyelimuti lingkungan

Dalam edukasinya, manajemen RSUD Pandega Pangandaran menganjurkan masyarakat untuk:

* Mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi abu masih pekat.

* Menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

* Menggunakan pelindung mata, terutama saat abu beterbangan.

* Menutup pintu dan jendela agar abu tidak mudah masuk ke dalam rumah.

* Menggunakan pakaian dan sepatu tertutup ketika beraktivitas di luar.

* Mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, karena abu dapat mengganggu jarak pandang dan kondisi jalan.

* Menutup sumber air dan makanan yang akan dikonsumsi agar tidak terkontaminasi abu.

* Saat membersihkan abu, basahi terlebih dahulu area yang akan dibersihkan agar abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Baca Juga  Sisihkan Uang Gaji, Para Guru di SDN 2 Purwadadi Ciamis Patungan Beli Drum Band

Jangan abaikan sesak napas

Salah satu pesan penting dalam edukasi tersebut adalah masyarakat tidak dianjurkan menganggap remeh keluhan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik.

Jika napas terasa sesak dan keluhan semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga  Kondisi Limbah di RSUD Pandega Pangandaran Begini Respon DLHK

Kewaspadaan menjadi semakin penting bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.

Paparan abu vulkanik yang terus berlangsung dapat memperburuk keluhan pada orang-orang yang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan tersebut.

Baca Juga  Manajemen RSUD Pandega Pangandaran Ucapkan Selamat atas Dilantiknya Agus Nurdin sebagai Pj Sekda

Edukasi RSUD Pandega Pangandaran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi abu vulkanik bukan hanya persoalan membersihkan rumah dan kendaraan.

Perlindungan terhadap saluran pernapasan, mata, makanan, air, serta pembatasan aktivitas di luar ruangan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Jum'at Curhat, Polres Banjar Gelar Bakti Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Pesan sederhananya: jangan menunggu sakit untuk mulai melindungi diri. Saat abu vulkanik masih beterbangan, kurangi paparan dan prioritaskan keselamatan kesehatan keluarga. (®)