NasionalNews

Musim Hujan, Petani di Ciganjeng Pangandaran Khawatir Irigasi Jebol

×

Musim Hujan, Petani di Ciganjeng Pangandaran Khawatir Irigasi Jebol

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Musim penghujan, warga di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat khawatir kondisi bangunan saluran irigasi yang sudah cukup memperhatinkan.

Kondisi saluran irigasi yang berdekatan dengan bendungan sungai itu terlihat tergantung hampir patah akibat longsoran material tanah.

Saluran irigasi tersebut berfungsi untuk mengaliri lahan persawahan yang ada di dua Desa. Yakni, di Desa Sindangwangi dan Desa Ciganjeng.

Baca Juga  Sempat Hilang, Kakek Anting di Pangandaran Kini Sudah Ditemukan

Seorang tokoh masyarakat di Desa Ciganjeng, Engkis Kiswanto, menyebut, bangunan saluran irigasi yang hampir patah tepatnya berada di wilayah Dusun Babakansari Desa Ciganjeng.

“Bangunan itu sudah ada sekitar 15 tahun. Tapi, sekarang kondisinya sudah mau rusak karena tanahnya longsor,” katanya, Selasa (12/11/2024).

Apalagi, ditambah kondisi irigasi yang kini banyak yang bocor karena memang sudah cukup lama.

Baca Juga  Atasi Banjir, Komisi II DPRD Pangandaran Sarankan Pemda Minta Bantuan Pusat  

“Jadi, kita khawatir jebol. Apalagi sekarang musim hujan, kondisi air pasti sangat deras,” ungkap Engkis.

Padahal, sekarang ini para petani di tempatnya sedang ramai musim tanam padi. Jelas, butuh air untuk menggarap sawah.

“Kalau irigasinya jebol, jelas petani tidak bisa bercocok tanam. Sedangkan, musim hujan ini yang ditunggu tunggu petani,” jelasnya.

Baca Juga  Panwaslu Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Seleksi Calon PKD, 60 Peserta dari 14 Desa Diwawancara

Makanya, dia berharap pemerintah  melakukan pembangunan ke bangunan saluran irigasi tersebut.

“Kalau bisa secepatnya dibangun. Karena, pas hujan deras kita takut irigasinya jebol,” ungkap Engkis. [®]


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5481