LENSAPANGANDARAN.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) melakukan kegiatan restocking atau penebaran benih ikan air tawar di aliran Sungai Bendungan Matras, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Senin (15/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 ribu ekor benih ikan ditebar untuk mendukung pemulihan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Jenis ikan yang ditebar meliputi ikan tawes, nilem, dan ikan emas yang satu spesies yang sesuai dengan habitat sungai setempat.
Kepala DKPKP Kabupaten Pangandaran, Usep Efendi, mengatakan kegiatan restocking ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan di wilayah Pangandaran.
“Alhamdulillah hari ini kita melakukan restocking ikan yang habitatnya di sungai dengan menebar sebanyak 50 ribu ekor benih ikan air tawar jenis tawes, nilem, dan ikan emas di aliran Sungai Bendungan Matras, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran,” ujar Usep.
Menurutnya, pelestarian sumber daya ikan menjadi langkah penting agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga habitat ikan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem sungai.
“Upaya ini dilakukan untuk menjaga kekayaan alam agar memberikan nilai manfaat bagi kehidupan manusia. Kami mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga habitat ikan ini untuk keberlangsungan generasi mendatang,” katanya.
Usep menambahkan, program restocking diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekosistem perairan di Pangandaran, menjaga keseimbangan lingkungan, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam.
Melalui penebaran benih ini, pemerintah berharap populasi ikan di perairan sungai dapat kembali meningkat sehingga ekosistem tetap terjaga dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu Bupati Citra mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga ikan dan udang yang sudah dilepasliarkan agar dapat berkembang biak dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.
“Ikan dan udang sudah kita lepas sebanyak 135 ribu, tolong dijaga dengan baik dan sabar menunggu hingga besar,” katanya.
Citra pun mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem sungai, seperti setrum ikan maupun portas atau racun ikan.
“Alat tangkap yang digunakan harus yang baik. Tidak boleh menggunakan setrum ikan ataupun portas,” katanya. (®)












