LENSAPANGANDARAN.COM – RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk mengenali perbedaan gejala Influenza A dan flu biasa.
Influenza A perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gejala lebih berat hingga memicu komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
Edukasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi @rsud_pangandaran yang dikutip pada Rabu (7/10/2026), sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan.
Dalam penjelasannya, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan.
Gejalanya dapat berupa demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, hingga tubuh terasa lemas dan berat.
Gejala tersebut berbeda dengan flu biasa yang umumnya ditandai pilek, hidung tersumbat, batuk ringan, dan sakit tenggorokan. Flu biasa juga lebih jarang disertai demam tinggi.
Dari sisi durasi, Influenza A umumnya berlangsung selama satu hingga dua minggu, bahkan bisa lebih lama pada kondisi tertentu. Sementara itu, flu biasa biasanya membaik dalam tiga hingga tujuh hari.
Berisiko Picu Komplikasi
RSUD Pandega juga mengingatkan bahwa Influenza A tidak boleh dianggap sepele. Infeksi ini dapat berkembang menjadi komplikasi, seperti pneumonia atau bronkitis, terutama pada anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
Penularan Influenza A dapat terjadi melalui percikan pernapasan atau droplet ketika orang yang terinfeksi batuk dan bersin.
Virus juga berpotensi menyebar melalui tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata, serta melalui permukaan benda yang tercemar.
Untuk menekan risiko penularan, masyarakat diimbau melakukan vaksinasi influenza, rutin mencuci tangan, menggunakan masker sesuai kebutuhan, menghindari kerumunan saat berisiko terpapar, serta menjaga daya tahan tubuh.
Waspadai Gejala Berat
RSUD Pandega meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala yang semakin memburuk.
Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dianjurkan apabila demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari, muncul nyeri dada, sesak napas, atau kondisi tubuh terus menurun.
Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap gejala yang dialami dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya.
Pengenalan gejala sejak dini dan penerapan langkah pencegahan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko penularan serta komplikasi Influenza A. (®)










