HukumNasionalNewsPolitik

Kondisi Mila di Pangandaran, Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Kini Dibangun Pemerintah

×

Kondisi Mila di Pangandaran, Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Kini Dibangun Pemerintah

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Di sudut kampung di wilayah Dusun Kalapatiga, RT 4/8, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, berdiri sebuah rumah kecil berukuran 4 x 6 meter.

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, tiang bambu dan kayu kecil, beratapkan seng bekas, yang tampak rapuh dimakan usia.

Baca Juga  Peletakan Batu Pertama Kantor Polres Pangandaran, Kapolda Minta Diawasi Betul

Di sanalah Dwi Nugroho (35) dan istrinya Mila Septian (36), membesarkan dua anak mereka, Kelvin Ramadan (12) dan Kenji Albian Nugroho (5).

Selama sekitar 10 tahun, keluarga kecil ini bertahan hidup di rumah yang jauh dari kata layak. Di depan rumah Mila ada rumah milik tetangganya yang megah.

Baca Juga  Studio Spotlight Indonesia Pangandaran, Awal Tahun Buka Audisi se-Jabar, Hadiahnya Ratusan Juta

Sedangkan rumah kecil Mila berdiri di atas lahan milik orang lain, hasil izin sederhana demi menghindari biaya kontrakan yang tak sanggup mereka tanggung.

“Dulu sempat ngontrak di rumah paman. Tapi karena harus bayar, akhirnya kami izin ke pemilik tanah untuk bikin rumah kecil ini,” kata Mila di depan rumah kecilnya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga  7 Sasaran Polisi di Pangandaran Dalam Operasi Patuh Lodaya 2025

Penghasilan Dwi sebagai buruh bangunan pun tidak menentu. Dalam sehari bekerja, ia hanya membawa pulang sekitar Rp 100 ribu.

Jumlah itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sekaligus perlahan mewujudkan harapan memiliki rumah sendiri.

Baca Juga  Tingkatkan Daya Saing Pariwisata, Bey Dukung Pembangunan Infrastruktur Pangandaran

Kondisi rumah yang mereka tempati pun kerap memprihatinkan. Saat hujan deras turun, air dengan mudah masuk dari celah atap yang bocor.

“Kalau hujan, rasanya seperti kehujanan di dalam rumah. Tapi alhamdulillah, kemarin suami saya dapat seng bekas dari tempat kerja, jadi sekarang sudah tidak terlalu bocor,” ungkapnya.

Baca Juga  Waduh! Baliho Caleg PSI Tumbang, Nyaris Sambar Pemotor di Jalan Kota Banjar

Di tengah keterbatasan, secercah harapan mulai muncul. Setelah bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit, mereka akhirnya berhasil membeli sebidang tanah di dekat tempat tinggalnya saat ini.

Bahkan, pondasi awal rumah impian mereka sudah mulai dibangun secara mencicil. Tapi, selama ini mereka mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga  Haduh! Masa Kampanye, Bawaslu Pangandaran Terima Dugaan Money Politics

Hingga akhirnya, sebuah momen tak terduga mengubah nasibnya. Mila memberanikan diri menyampaikan kondisi rumahnya melalui pesan langsung saat Bupati Pangandaran sedang melakukan siaran langsung di media sosial.

Respons yang diterima ternyata di luar dugaan.”Waktu itu saya DM, menyampaikan kalau ada rumah yang hampir roboh dan belum pernah dapat bantuan,” ungkap Mila.

Baca Juga  Enam Langkah Strategis Bupati Pangandaran Tekan Defisit Anggaran

Tak butuh waktu lama, pesan itu mendapat tanggapan. Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, bahkan langsung datang melihat kondisi rumah Mila secara langsung.

“Hari ini saya lihat langsung, memang rumahnya sangat tidak layak. Insyaallah akan segera dibangun melalui program rutilahu,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Pangandaran Turunkan Satgas Evaluasi Pelaksanaan MBG

Pemda pun menyiapkan bantuan sebesar Rp 20 juta yang akan disalurkan langsung ke rekening Mila sebagai penerima manfaat.

Tentu, bagi Mila dan keluarganya, bantuan itu terasa seperti keajaiban yang datang setelah penantian panjang selama satu dekade. (®)


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5581