LENSAPANGANDARAN.COM – Penyakit Tuberkulosis (TBC) hingga kini masih kerap dianggap sebagai aib di tengah masyarakat. Stigma tersebut membuat sebagian penderita merasa malu, enggan memeriksakan diri, bahkan menunda pengobatan.
Melihat fenomena itu, pihak RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap penyakit TBC.
Rumah sakit menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit medis yang dapat disembuhkan secara total apabila ditangani dengan tepat dan pasien disiplin menjalani pengobatan.
Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr. Erisanti Nurfarida mengatakan, masyarakat tidak perlu merasa malu ketika didiagnosis TBC.
“Bukan salahmu sakit TBC, yang salah adalah kalau menunda pengobatan,” ujarnya.
Menurutnya, TBC bukanlah aib keluarga maupun penyakit yang harus disembunyikan.
Justru keterbukaan dan kesadaran untuk segera berobat menjadi langkah penting untuk mempercepat kesembuhan sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Ia menjelaskan, pasien TBC tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal selama rutin mengonsumsi obat dan mengikuti anjuran medis dari dokter.
Dengan pengobatan yang disiplin dan tuntas, penderita tetap bisa produktif menjalani pekerjaan maupun kegiatan lainnya.
RSUD Pandega Pangandaran juga mengimbau masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan, hingga mudah lelah.
Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dan komitmen menjalani pengobatan hingga selesai dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan TBC di lingkungan masyarakat. (®)












