LENSAPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mengakui adanya sejumlah kekurangan dalam pengelolaan kawasan wisata selama libur Lebaran 2026.
Terutama terkait sistem parkir dan transportasi shuttle di kawasan objek wisata Pantai Pangandaran.
Citra menyebut, satu kendala utama adalah kurangnya sosialisasi kepada wisatawan terkait keberadaan shuttle bus yang disediakan di area parkir wisata (PW) Pangandaran.
“Masih banyak wisatawan yang belum mengetahui adanya shuttle bus. Di awal libur Lebaran, banyak yang mengira harus berjalan kaki dari lokasi parkir ke pantai,” katanya, Jumat (27/3).
Menurut Citra, saat ini sosialisasi mulai ditingkatkan sehingga keberadaan shuttle bus mulai diketahui dan dimanfaatkan oleh pengunjung.
Selain itu, ia pun mengakui bahwa jumlah armada shuttle yang tersedia belum sebanding dengan lonjakan jumlah wisatawan.
“Saat ini, kan jumlah shuttle yang beroperasi di pantai Pangandaran hanya sebanyak 12 unit bus,” paparnya.
Kondisi tersebut semakin terasa saat puncak kunjungan pada Senin, 23 Maret 2026, ketika jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Pantai Pangandaran diperkirakan mencapai lebih dari 60 ribu orang dalam satu hari.
“Jumlah wisatawan yang sangat besar itu menyebabkan kepadatan, termasuk kemacetan di kawasan wisata,” ungkap Citra.
Secara terbuka, Citra mengakui bahwa kekurangan dalam pengelolaan itu menjadi tanggung jawabnya sebagai pimpinan daerah.
“Kesalahan tentu ada di saya sebagai pemimpin. Dari sisi sumber daya manusia di kawasan wisata masih kurang, dan koordinasi saat itu juga belum optimal,” jelasnya.
Karena, permasalahan koordinasi di lapangan turut memperparah kondisi lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah (one way) yang tidak berjalan maksimal.
“Yang seharusnya diberlakukan satu arah, namun di lapangan masih terjadi dua arah, sehingga menambah kepadatan,” ungkapnya. (®)










