LENSAPANGANDRAN.COM – Citra Pitriyami kembali menegaskan komitmennya dalam menata kawasan wisata Pantai Pangandaran.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang videonya viral di media sosial, Citra menegur petugas dan pengelola kawasan terkait ketidakteraturan parkir serta carut-marut pendataan pedagang di zona wisata tersebut.
Dalam video yang beredar, Citra terlihat mendatangi langsung lokasi parkir yang semestinya steril dari kendaraan roda empat.
Ia mempertanyakan pihak yang memberi izin parkir di zona terlarang serta meminta penjelasan dari petugas di lapangan.
“Saya ingin tahu siapa yang memberi izin. Ini harusnya steril,” ujar Citra kepada petugas saat sidak berlangsung.
Selain persoalan parkir liar, Citra menyoroti lemahnya penguasaan data oleh petugas terkait aktivitas di wilayah tugas masing-masing.
Ia menegaskan bahwa setiap petugas wajib mengetahui secara detail jumlah pedagang asongan, pengelola wahana seperti ATV, hingga pihak yang bertanggung jawab atas pengamanan di zona tersebut.
“Siapa yang bertugas, siapa yang mengamankan, teman-teman harus tahu. Jumlah pedagang asongan berapa, pemilik ATV siapa saja, harus paham,” tegasnya.
Menurut Citra, lemahnya koordinasi dan minimnya penguasaan data menjadi salah satu penyebab utama kesemrawutan yang kerap dikeluhkan wisatawan, terutama saat musim liburan.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada pengelola dan petugas yang dinilai tidak bekerja maksimal.
Citra menegaskan tidak akan segan melakukan evaluasi hingga pemutusan kerja sama apabila tidak ada perubahan.
“Saya tidak suka kerja yang hanya gugur kewajiban. Kalau diajak bicara tetap begitu-begitu saja, ya sudah (putus perjanjiannya),” ujarnya.
Langkah penertiban ini disebut sebagai bagian dari upaya reformasi tata kelola pariwisata di Pangandaran.
Pemerintah daerah menargetkan kawasan Pantai Pangandaran lebih tertib, nyaman, dan memiliki standar pengelolaan yang lebih profesional.
Pasca-sidak, sejumlah area yang sebelumnya dipenuhi parkir liar mulai terlihat lebih tertata. Namun, konsistensi pengawasan dan evaluasi berkala disebut menjadi kunci keberlanjutan penataan kawasan tersebut. (®)












