LENSAPANGANDARAN.COM – Penanganan bangkai kapal tongkang pengangkut batu bara yang tenggelam di perairan Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menegaskan proses pengangkatan bangkai kapal beserta ceceran batu bara di dasar laut harus segera dilakukan.
Penegasan itu disampaikan usai rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Bupati Pangandaran, Kamis (6/8/2026), dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan perusahaan, pihak asuransi, HSNI, dan unsur terkait.
“Hasil kesimpulannya, semua ingin secepatnya batu bara dan bangkai kapal tongkang itu segera diangkat dari dasar laut,” katanya di Pendopo Bupati Pangandaran.
Selain percepatan evakuasi, rapat itu pun membahas mekanisme ganti rugi bagi masyarakat terdampak serta pemulihan lingkungan.
Menurut Citra, pihak asuransi menyampaikan bahwa pembayaran kompensasi terhadap dampak lingkungan masih menunggu hasil perhitungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Setelah nilai kerugian ditetapkan, barulah besaran ganti rugi dapat dihitung.
“Namun untuk ganti rugi seperti jaring itu sudah diganti. Intinya yang terdampak langsung dan terlihat nominalnya itu sudah diganti,” ungkapnya.
Ia mengakui selama proses penanganan terdapat persoalan koordinasi yang memicu kesalahpahaman antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir.
Citra menilai komunikasi yang tidak berjalan optimal sempat memunculkan anggapan bahwa perusahaan hanya akan mengangkat bangkai kapal tanpa membersihkan ceceran batu bara yang mencemari perairan.
“Jadi koordinasi itu kurang. Saya bilang ke pihak asuransi dan pihak perusahaan yang akan melakukan proses penanganan evakuasi bangkai kapal tongkang dan batu bara, pentingkan koordinasi dan komunikasi kepada pemerintah daerah agar tidak terjadi bola liar,” paparnya.
Menurutnya, secara teknis rencana penanganan sebenarnya sudah mencakup pengangkatan bangkai kapal dan pembersihan batu bara.
Namun lemahnya komunikasi membuat informasi tersebut tidak tersampaikan dengan baik kepada publik.
Citra berharap seluruh proses dapat dipercepat agar pencemaran di perairan Cibenda segera tertangani.
“Sesegera mungkin batu bara itu dapat diangkat,” tegasnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengaku pihaknya sudah menyurati Bupati Pangandaran dua hari sebelumnya untuk meminta kejelasan perkembangan penanganan insiden itu.
Jeje menilai selama ini jalur komunikasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan masih sulit sehingga diperlukan satu pintu koordinasi.
“Jadi, ada alur komunikasi yang susah. Saya minta ke Ibu Bupati ada pejabat senior yang menjadi satgas penanganan batu bara agar mempermudah komunikasi,” ungkap Jeje. (®)










