NasionalNewsPendidikanPolitik

Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Kunjungi Pangandaran, Bahas Isu Pendidikan Bersama Bupati dan Kepsek

×

Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Kunjungi Pangandaran, Bahas Isu Pendidikan Bersama Bupati dan Kepsek

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran dan menggelar diskusi terbuka bersama para kepala sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Pangandaran.

Acara ini berlangsung di Aula Supan Sastrawijaya, SMPN 1 Pangandaran pada Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga  Duh!! Ciamis Kembali PPKM Level 1, Polisi Kembali Menggelar Operasi Yustisi

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, S.H., anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Dr. H. M. Agus Nurdin, M.Pd.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Wakil Menteri.

Baca Juga  Dianggap Mengganggu, Pedagang Petasan di Kota Banjar Dirazia Polisi

Ia berharap forum diskusi ini dapat menjadi sarana strategis untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan di daerah.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Menteri. Kami berharap, melalui diskusi ini akan lahir gagasan dan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di Pangandaran,” ujar Bupati Citra Pitriyami.

Baca Juga  Pernyataan Ketua DPRD Pangandaran Lukai Jurnalis, Begini Tanggapan Ketua AWP

Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara Wamen dan para kepala sekolah.

Satu isu yang mengemuka adalah masalah keamanan di lingkungan sekolah serta perlindungan hukum bagi guru, terutama terkait kasus kekerasan yang belakangan terjadi.

Baca Juga  Kades Tambakreja Ciamis Akui Jalankan Program Ketahanan pangan Tahun 2022 Konyol

Menanggapi hal tersebut, Prof. Atip menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan di setiap sekolah.

Ia juga mendorong adanya kerja sama antara pihak sekolah dan kepolisian untuk menjamin keamanan warga sekolah.

“Perlindungan terhadap guru dan siswa adalah hal mendasar. Kami akan mendorong pelatihan manajemen krisis, serta penyuluhan hukum bagi guru agar mereka memiliki pemahaman dan perlindungan yang memadai,” tegas Prof. Atip.