KulinerNasionalNews

Melirik Pengolahan Kolang-kaling di Bojongsari Pangandaran, Segini Harganya

×

Melirik Pengolahan Kolang-kaling di Bojongsari Pangandaran, Segini Harganya

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Ramadhan 1446 hijriah, warga di Pangandaran Jawa Barat disibukkan dengan aktivitas mengolah kolang kaling.

Seperti terlihat di Dusun Babakanjaya, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Senin (3/3/2025).

Baca Juga  Diduga Akibat Normalisasi Tanggul, Kampung Anggaraksan di Pangandaran Terendam Banjir

Sejumlah warga mengolah buah kolang kaling mulai dari merebus kemudian memisahkan kolang kaling dari kulitnya.

Pemandangan kegiatan mengolah kolang kaling sudah menjadi hal yang biasa terutama di momen bulan ramadhan ini.

Baca Juga  Pantai Pangandaran Dipadati Wisatawan, Mahasiswa UNPAD Jatinangor Turun Tangan Bantu Petugas

Satu warga yang mengolah kolang kaling di Dusun Babakanjaya, Kursin, mengaku bersyukur, bulan ramadhan ini masih ada pekerjaan mengolah kolang kaling.

“Tapi karena baru tiga hari puasa, permintaan kolang kaling di kita belum terlalu ramai,” ungkapnya.

Baca Juga  Festival Layang Layang di Pangandaran, Ade Ruminah; Bisa Jadi Ikon

Kolang kaling yang didapatnya, dia beli dari warga lain yang memiliki pohon aren dan berbuah kolang kaling.

“Saya belinya itu per pohon seharga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Per pohon itu isinya ada yang 5 turuy (tandan),” kata Kursin.

Baca Juga  Jadwal Kejurda Grasstrack Jabar 2023 di Pangandaran

Menurutnya, modal untuk belanja kolang kaling itu tidak terlalu mahal. Hanya, proses pengolahannya saja yang membutuhkan kesabaran ekstra.

“Karena, sebelum layak dikonsumsi, buah kolang kaling ini harus diambil dulu dari pohon aren, dipisahkan dari batangnya, dibawa ke tempat perebusan, dan kemudian proses mencungkil kolang kaling,” paparnya.

Baca Juga  Bulan Ramadan, Oben Warga di Pangandaran Harus Tarawih di Mushola

Setelah melalui proses itu dan terkumpul, baru bisa menjualnya. Untuk harga kolang kaling sendiri, dari tempat pengolahannya dia jual seharga Rp 10 ribu perkilogram.

“Di kita masih murah, yang penting ada lebihnya dari modal pembelian bahan bakunya. Kalau di pasar mungkin bisa sampai Rp 15 ribu perkilogram,” ungkap Kursin. [®]


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5481