NasionalNewsPendidikanWisata

Hajat Laut Pangandaran 1448 H, Bupati Citra Dorong Narasi Budaya Dewi Rengganis Gantikan Mitos Nyi Loro Kidul

×

Hajat Laut Pangandaran 1448 H, Bupati Citra Dorong Narasi Budaya Dewi Rengganis Gantikan Mitos Nyi Loro Kidul

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Bupati Citra Pitriyami mengikuti rangkaian kegiatan Hajat Laut atau Syukuran Nelayan dalam momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Pantai Timur Pangandaran, Selasa.

Tradisi tahunan masyarakat pesisir tersebut kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut, sekaligus menjadi ruang pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, dan mempererat kebersamaan warga.

Baca Juga  Libur Lebaran 2023, Sejumlah Pemuda Karang Taruna di Pangandaran Isi Kegiatan dengan Balap Kano

Bupati Citra menyampaikan, Pangandaran memiliki kekayaan alam dan potensi budaya yang perlu terus diperkuat sebagai identitas daerah.

Menurutnya, Pangandaran tidak hanya dikenal karena bentang alam berupa pantai dan laut, tapi juga memiliki warisan cerita rakyat yang dapat menjadi bagian dari narasi kebudayaan lokal.

“Pangandaran memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kita punya pantai yang indah, laut yang kaya, hutan dan bukit yang luar biasa,” ungkapnya, Selasa (16/6/2026).

Baca Juga  Bupati Pangandaran Pastikan Pembangunan Jembatan Sodongkopo Selesai Akhir Tahun

Pada kesempatan itu, Citra menyinggung kisah Dewi Rengganis yang menurutnya memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah dan identitas budaya Pangandaran.

“Saya juga baru mengetahui cerita Rengganis yang luar biasa. Selama ini saya lebih sering mendengar tentang Nyi Loro Kidul dan itu pun cerita dari orang lain,” katanya.

Baca Juga  Bupati Pangandaran Tinjau Langsung Rumah Warga Rusak Diterjang Angin Kencang

Ia menegaskan, ke depan Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan mulai memperkenalkan dan menyosialisasikan cerita Dewi Rengganis sebagai bagian dari narasi budaya lokal.

“Mulai sekarang, cerita Dewi Rengganis ini akan kita sosialisasikan. Bahwa Pangandaran itu bukan kisah Nyi Loro Kidul, melainkan tentang Dewi Rengganis,” kata Citra.

Baca Juga  Sambut Tahun Baru Hijriah, Ribuan Orang di Pangandaran Pawai Obor

Sementara itu, mantan Bupati Pangandaran sekaligus Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Jeje Wiradinata mengatakan Hajat Laut di Pangandaran tidak semata berisi prosesi melarung atau kegiatan ritual di laut.

Menurut Jeje, kegiatan tersebut mengandung nilai kebersamaan dan menjadi sarana memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir.

“Bukan hanya melarung ke laut, tapi ada makna syukur, kebersamaan, dan penguatan budaya masyarakat Pangandaran,” paparnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Pangandaran Komisi IV Sebut Pentingnya Pemahaman Milangkala Desa

Dalam rangkaian kegiatan, masyarakat juga mengikuti tradisi cucurak atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan lintas kelompok masyarakat.

Selain itu, digelar tari kolosal yang menampilkan simbolisasi sejarah awal Pangandaran melalui penggambaran tokoh Rengganis.

Tentu, narasi budaya itu berkaitan dengan cerita kerajaan Galuh Pananjung yang dalam cerita rakyat dikenal sebagai tempat lahirnya Dewi Rengganis dan berkembangnya kesenian ronggeng gunung. (®)


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5581