KesehatanNasionalNewsWisata

Masa Libur Nataru, RSUD Pandega Pangandaran Tangani 76 Wisatawan

×

Masa Libur Nataru, RSUD Pandega Pangandaran Tangani 76 Wisatawan

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – RSUD Pandega Pangandaran mencatat 76 wisatawan mendapatkan pelayanan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Selasa, 6 Januari 2026.

Mayoritas pasien mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan non-kecelakaan yang terjadi selama aktivitas wisata.

Baca Juga  Peran RSUD Pandega Pangandaran di Pilkada 2024, Bantu Pasien Salurkan Hak Pilih

Dari total pasien yang ditangani, 5 orang dinyatakan meninggal dunia. Dengan rincian, dua korban akibat kecelakaan laut, dua korban kecelakaan terjun payung, dan satu akibat ganguan kesehatan.

Sementara korban dengan kondisi luka ringan tercatat sebanyak 10 orang dan luka sedang sebanyak 17 orang.

Baca Juga  OMEGA Pangandaran, Sarana Edukasi dan Deteksi Dini Gangguan Vertigo

Selain kasus kecelakaan, RSUD Pandega pun menangani 44 pasien dengan penyakit non kecelakaan lalu lintas seperti gangguan kesehatan umum yang dialami wisatawan saat berlibur.

Dalam hal tindak lanjut perawatan, 1 pasien dirawat inap, 1 pasien dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan penanganan Pro PCI (Primary Percutaneous Coronary Intervention) atau tindakan jantung lanjutan.

Baca Juga  Mengganggu! Polres Banjar Amankan Puluhan Miras dan Knalpot Bising

Kemudian 60 pasien dipulangkan karena sudah dalam kondisi membaik dan 9 pasien pulang atas permintaan sendiri (APS).

Kepala Bidang Pelayanan Medis di RSUD Pandega Pangandaran, Dr. Liza Octa Ferostina, menyatakan, kesiapsiagaan untuk tenaga medis dan fasilitas selama libur Nataru sudah berjalan optimal.

“Dan alhamdulilah, seluruh pasien bisa tertangani dengan baik dan cepat,” ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga  Program Rujuk Balik dari BPJS Kesehatan

Atas beberapa pasien yang sudah ditangani, Liza mengimbau para wisatawan agar tetap mengutamakan keselamatan saat berlibur di Pangandaran.

“Terutama saat melakukan aktivitas wisata berisiko tinggi, seperti berenang di lokasi rawan dan sangat dilarang. Itu, wisatawan harus berhati-hati dan selalu kontrol kondisi kesehatan,” kata Liza. [®]


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5481