LENSAPANGANDARAN.COM – Suasana pagi di kawasan Cikidang Blok Bulak Setra Pantai Timur Pangandaran, Jumat (27/3/2026), berubah pilu.
Tangis histeris seorang ibu pecah, setelah ia putra bungsunya hilang tenggelam terseret arus laut di kawasan Cikidang Blok Bulak Setra sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban bernama Muhamad Lufti Padilah (14), warga Dusun Kalapatiga RT 03 RW 08, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Hamdan (almarhum) dan Atin Solihatin (50).
Di lokasi kejadian, sang ibu tak kuasa menahan duka. Tubuhnya lemas, tangisnya pecah saat mengetahui anak yang selama ini menjadi penghibur di rumah itu hilang di lautan.
Kehadiran Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang datang langsung ke lokasi, sempat menenangkan suasana. Ia merangkul ibu korban, mencoba memberi kekuatan di tengah kepedihan yang mendalam.
“Ibu pulang ke rumah saja, petugas sedang melakukan pencarian. Berdoa saja agar bisa segera ditemukan,” ungkap Citra sembari mengelus punggung ibu korban.
Sementara itu, proses pencarian terus dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan. Harapan masih digantungkan agar Lufti segera ditemukan.
Seorang saksi mata yang juga kerabat korban, Yahdi, menuturkan detik-detik sebelum kejadian. Pagi itu, Lufti sempat bermain bola bersama teman-temannya di sekitar pantai.
“Setelah bermain bola, korban terlihat berada di air laut. Saat saya lihat lagi ke arah laut, dia sudah agak ke tengah terbawa arus. Saya sempat mencoba turun untuk menolong, tapi arusnya sangat kuat,” ucapnya dengan nada cemas.
Kepala Dusun Kalapatiga, Arif Rahman, mengatakan, bahwa Lufti merupakan anak yatim. Ayahnya telah meninggal dunia sekitar lima tahun lalu.
“Ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak-kakaknya sudah berkeluarga. Di rumah, dia tinggal bersama ibunya,” papar Arif.
Sosok Lufti dikenal sebagai anak yang ceria, sederhana, dan menjadi satu harapan bagi ibunya. Kini, sang ibu hanya bisa menunggu dan berharap ada keajaiban membawa kabar putra tercintanya. (®)












