KesehatanNasionalPendidikanPolitik

RSUD Pandega Pangandaran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat Program NGOBATAN

×

RSUD Pandega Pangandaran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat Program NGOBATAN

Sebarkan artikel ini
RSUD Pandega Pangandaran (by web)

LENSAPRIANGAN.COM – RSUD Pandega Pangandaran terus menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat layanan pengobatan, tapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui program rutin NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga  Meriah Meski Diguyur Hujan, Tradisi Syukuran Nelayan Pangandaran Tetap Sakral

Kegiatan edukasi kesehatan ini berlangsung di Ruang Tunggu Poliklinik Lantai 3 RSUD Pandega Pangandaran mulai pukul 09.00 WIB.

Program tersebut mendapat respons positif dari para pasien dan pengunjung yang tengah menunggu antrean pelayanan.

Suasana ruang tunggu yang biasanya digunakan untuk menanti pelayanan medis tampak lebih informatif dan edukatif dengan adanya pemaparan materi kesehatan yang relevan, khususnya bagi kaum perempuan.

Baca Juga  Kenali Gejala Penyakit Jantung Bersama Dokter Spesialis Dalam di RSUD Pandega Pangandaran

Pada edisi kali ini, RSUD Pandega Pangandaran menghadirkan dr. Arieff Kustiandi, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, sebagai narasumber.

Ia mengangkat topik bertajuk Usia Berapa Perempuan Bisa Terkena Kanker Serviks? yang disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta.

Baca Juga  Waspada! Berikut Ciri Munculnya Katarak dan Tumor Mata

Dalam pemaparannya, dr. Arieff menjelaskan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, termasuk di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang perempuan lanjut usia, sebagaimana anggapan yang masih berkembang di masyarakat.

Baca Juga  SOPAN RSUD Pandega Pangandaran, Kenalkan Alur Rujukan ke Rumah Sakit

Menurutnya, risiko kanker serviks erat kaitannya dengan aktivitas seksual serta infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).

Infeksi virus tersebut dapat terjadi sejak usia muda dan berkembang secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang.

“Kanker serviks tidak terjadi secara tiba-tiba. Ini merupakan proses panjang dari infeksi virus hingga perubahan sel menjadi kanker. Siapa pun yang sudah aktif secara seksual memiliki risiko,” ujar dr. Arieff. (®)


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5481