KesehatanNasionalPendidikan

Kasus Kanker Serviks Bergeser ke Usia Lebih Muda, Dokter RSUD Pandega Pangandaran Imbau Deteksi Dini

×

Kasus Kanker Serviks Bergeser ke Usia Lebih Muda, Dokter RSUD Pandega Pangandaran Imbau Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini

LENSAPANGANDARAN.COM – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Pandega Pangandaran, dr. Arieff Kustiandi, Sp.OG, mengungkapkan adanya kecenderungan pergeseran kasus kanker serviks ke kelompok usia yang lebih muda.

Secara statistik, kanker serviks paling banyak ditemukan pada perempuan usia produktif, yakni antara 35 hingga 55 tahun.

Baca Juga  Pelayanan Poliklinik RSUD Pandega Pangandaran Tutup Sementara pada 5 September 2025

Namun, dr. Arieff menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa mulai muncul pada perempuan usia yang lebih muda.

“Secara umum memang masih didominasi usia 35 sampai 55 tahun, tetapi kami melihat ada pergeseran ke usia yang lebih muda,” ujar dr. Arieff, Senin (19/1/2026).

Baca Juga  HKN ke-59, Tim Putra RSUD Pandega Pangandaran Jadi Juara Futsal

Pergeseran tersebut tidak lepas dari berbagai faktor gaya hidup, seperti memulai aktivitas seksual di usia dini serta berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman.

Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang merupakan penyebab utama kanker serviks.

“HPV membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang menjadi kanker. Jika infeksi terjadi sejak usia belasan, gejalanya bisa muncul saat usia 30-an. Karena itu, usia bukanlah jaminan untuk merasa aman,” jelasnya.

Baca Juga  Kenali Gejala Penyakit Jantung Bersama Dokter Spesialis Dalam di RSUD Pandega Pangandaran

Melalui program Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan (NGOBATA), dr. Arieff mengajak para perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dengan melakukan deteksi dini secara rutin.

Ia merekomendasikan perempuan yang sudah menikah atau sudah aktif secara seksual untuk menjalani pemeriksaan kesehatan seperti Pap Smear atau IVA Test, sesuai dengan anjuran dan metode pemeriksaan yang tersedia.

“Pencegahan adalah kunci. Jangan menunggu sampai muncul gejala seperti pendarahan abnormal. Vaksinasi HPV sejak dini dan skrining rutin dapat menyelamatkan nyawa,” tegasnya. (®)


Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/lenc9662/public_html/wp-includes/functions.php on line 5481